Mana yang Lebih Menguntungkan, Investasi Rumah atau Apartemen?

di kutip dari artikel website MoneySmart bulan Feb 2019

Investasi properti sepertinya tak akan pernah mati. Harga tanah, rumah, ruko, apartemen, dan jenis properti lainnya lebih sering naik ketimbang stabil, atau bahkan turun.

Apalagi properti di Jakarta dan sekitarnya. Sebagai patokan, lihat saja pameran-pameran properti yang rutin diadakan di Jabodetabek. Pengunjungnya selalu membeludak.

“Menurut laporan Kompas, harga properti yang dilewati proyek transportasi light rapid transit (LRT) bahkan melejit hingga 200 persen!”

Dari yang berstatus subsidi pemerintah sampai yang supermewah, semua diburu konsumen. Tapi, yang paling laku tentunya yang berada di lokasi strategis.

Salah satu faktor yang memengaruhi minat konsumen pada properti adalah akses lokasi. Namun, makin strategis, makin tinggi pula harganya. Menurut laporan Kompas, harga properti yang dilewati proyek transportasi light rapid transit (LRT) bahkan melejit hingga 200 persen!

Faktor lainnya adalah:

  • Bukan daerah langganan banjir
  • Dekat dengan jalan tol
  • Lingkungan aman
  • Dekat dengan fasilitas umum, seperti rumah sakit, sekolah, dan pasar

Jika suatu properti memenuhi syarat itu, pasti baik sebagai investasi.

Namun, yang kemudian sering ditanyakan orang adalah jenis properti apa yang paling baik untuk dijadikan investasi? Pertanyaan ini umumnya mengerucut ke dua jenis: investasi rumah atau apartemen.

Rumah dan unit apartemen dengan lokasi dan harga yang sama bisa berbeda hasil investasinya. Sebab memang masing-masing jenis properti itu punya kelebihan dan kelemahan secara umum.

Kelebihan investasi rumah:

– Lebih mudah dijual

– Lebih mudah jadi jaminan kredit di bank

– Bisa disewakan dengan harga tinggi jika bangunan bagus

– Tingkat kenaikan harga umumnya lebih tinggi ketimbang apartemen

Kekurangan investasi rumah:

– Bangunan mengalami penyusutan nilai hingga 10 persen per tahun, jadi harus direnovasi untuk menaikkan nilai jualnya 

– Butuh asuransi minimal kebakaran untuk berjaga-jaga

– Bayar biaya lingkungan, seperti kebersihan dan keamanan

– Harus mencari penyewa yang bertanggung jawab, jika tak mau rumah rusak tak terurus saat disewa

Kelebihan investasi apartemen:

– Harga tipe studio biasanya lebih murah daripada rumah tapak tipe 45

Fasilitas komplet, misalnya ada kolam renang dan pusat kebugaran

– Harga sewa unit biasanya lebih tinggi ketimbang rumah

Kekurangan investasi apartemen:

– Biaya rutin, seperti listrik dan perawatan, lebih tinggi ketimbang rumah

– Bila dipakai sebagai jaminan kredit, nilainya lebih rendah daripada rumah

– Tak ada hak guna bangunan karena tidak berdiri langsung di atas tanah

– Lebih kecil ketimbang rumah

– Tak bisa direnovasi sesuai dengan keinginan, hanya interior yang bisa diubah

“Ente udah punya pilihan mau beli rumah atawe apartemen buat investasi? elo pilih rumah? jangan bilang lokasi rumah yang elo beli di ujung berung ye, same aje bro n sist, percume!”

Gue ada nih Apartemen
OKE punya cing...

Lokasi di Kota dan gak jauh dari Jakarta, Akses Tol gampang 3 pintu tol malahan. Terus sebelumnya ada yang bilang kalau properti deket LRT harga naik 200%, apartemen ini cuma 1 KM dari stasiun LRT.

Mau naek Transjakarta tinggal nyebrang jalan, mau naek KRL cuma ditempuh 10 menit dengan jalan kaki.

Fasilitas lengkap jogging, nge-Gym, Berenang, maen di taman, lapangan basket semua ada. Perkantoran, tempat rekreasi, Hotel dan satu lagi yang bikin elo pengen beli…..

Harganya Cuy, Mulai 350 jutaan

klik tombol dibawah ini kalau mau tahu apartemennya